Badut Jadi Daya Tarik Alun-Alun


Kawasan Alun-Alun Bandung kini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Dulu, kawasan yang penuh dengan pedagang kaki lima ini terlihat kotor dan tak beraturan. Macet pun tak dapat dihindari akibat dari kegiatan jual-beli yang memenuhi bahu jalan. Tapi kini, hal itu tak akan ditemui lagi.
Pemerintah Kota Bandung berhasil menertibkan pedagang kaki lima sekaligus sukses dengan pemugaran taman alun-alun.
Namun, program tersebut berdampak pada hal lain. Zamaluddin (54) warga Desa Melong, Kota Cimahi, yang dulunya berprofesi sebagai pedagang kaki lima sudah tak bisa berjualan lagi. Saran pemkot bandung yang memindahkan para PKL ke kawasan tertentu tak ia ikuti. Selain karena tak punya biaya lebih untuk menyewa kios, alasan lain karena sepinya jumlah pengunjung, sehingga berakibat pada penghasilannya. Ia pun pindah profesi.
Sekitar bulan April lalu, ia pindah profesi menjadi badut di kawasan car free day Alun-Alun. “Penghasilan yang didapat memang tidak menentu. Kalau sepi, biasanya hanya dapat Rp 50.000. Bisa dua kali lipat kalau sedang ramai”, ungkapnya saat ditemui di kawaasan car free day Alun-Alun, Minggu (11/6/2017) lalu.
Zamaluddin tak sendiri. Ia bersama badut lain tergabung dalam komunitas perkumpulan badut Alun-Alun. Komunitas ini menguasai kawasan Alun-Alun. Berbeda dengan badut yang ada di Jalan Asia-Afrika. “Kami beda komunitas. Jadi yang di Asia-Afrika itu ada komunitas lain juga. Disini kami semuanya dibawah komunitas yang sama.” Jelas Zamaluddin lagi.
Bila dibandingkan profesinya terdahulu sebagai pedagang kaki lima, Zamaluddin mengakui bekerja sebagai badut punya untung lebih besar.
Ia juga menambahkan, badut telah menjadi ciri khas yang mampu menarik wisatawan untuk datang dan berlama-lama disini. Pengunjungnya beragam, kebanyakan adalah anak kecil yang malu-malu minta berfoto bersama. “Senang saja, walau capek, tapi melihat tingkah anak-anak mengingatkan saya sama cucu-cucu saya di rumah.”


Keterangan tulisan
·         Jenis tulisan                 : Artikel
·         Tema tulisan                : Hiburan
·         Jenis foto jurnalistik    : Feature Photo
·         Segmen tulisan            : Usia

Keterangan foto
·         Waktu                         : 11 Juni 2017 6:25 PM
·         Tempat                        : Car Free Day Alun-Alun Bandung
·         Jenis kamera                : DSLR Canon EOS 100D
·         Exposure time             : 1/6 sec
·         ISO speed                   : ISO-3200
·         f/number                      : f/5

Pola sumber informasi
·         Wawancara langsung

·         Foto diambil sebelum artikel ditulis.

0 komentar