Sepasang stiletto biru melangkah anggun di lantai marmer bersih yang mengkilap. Aku ada disana, memperhatikan langkah angkuhnya yang membuat orang-orang melirik padanya. Wanita muda yang tinggi semampai dengan proporsi tubuh ideal itu melirikku sekilas, lantas menggeserkan lagi pandangannya ke arah lain.
Langkahnya berlari seperti mengejar seseorang dan dia melewatiku tanpa menyadari tubuhku yang terhempas ke belakang. Aku bangkit berdiri, menepuk-nepuk pelan rok lipit denimku untuk menghilangkan jejak debu yang menempel.
Beberapa orang tiba-tiba berlari menghampiriku. Cahaya berkilat dari setiap kamera yang bersandar di bahu mereka segera membuat mataku silau. Kukira mereka benar-benar berniat menghampiriku, ternyata mereka hanya melewatiku dan terus berlari ke belakang. Sama seperti yang dilakukan wanita muda tadi.
Aku kembali berjalan dengan langkah terseok-seok karena kaki kiriku terluka. Luka robek yang menganga besar mengalirkan darah dan bau amis bersamaan.
Seeet… Sreeet!
Jdar!
Brug!
Jdaaar!
Orang-orang berteriak-teriak. Suaranya memekakkan telinga. Mereka, pemanggul kamera yang tadi melewatiku kini beramai-ramai berkumpul di tengah jalan. Sebuah mobil sedan merah dan sebuah minibus ringsek. Kaca depannya sama-sama pecah. Pintu sebelah kanan mobil sedan merah sudah tak terpasang lagi di tempatnya dan teronggok jauh di depannya.
Sementara minibus putih kini mengeluarkan asap pekat. Orang-orang berteriak untuk segera mengeluarkan korban yang masih bertahan di dalam mobil. Minibus itu akhirnya meledak, mengeluarkan api yang berkobar dan suara ledakan yang memekakkan telinga.
Aku ada disana tatkala kulihat wanita muda tadi berjalan didepanku. Langkahnya kini sudah tak anggun lagi, tapi pandangannya masih angkuh seperti tadi. Wajah cantiknya coreng moreng dengan luka gores yang mengalirkan tetesan darah.
Kini dia tersenyum padaku. Aku balas tersenyum padanya. Dia mengajakku pergi bersama. Aku setuju dan memilih berjalan di belakangnya. Sebelumnya, aku sempat melihat tubuhnya bersandar di kursi depan mobil sedan merah. Orang-orang berhasil membawa tubuhnya menjauhi mobil sesaat sebelum ledakan kedua terjadi.
Aku menatap langkahnya yang juga terseok-seok seperti diriku. Stiletto sebelah kiri miliknya tertinggal didalam mobil sedan merah yang kini sudah meledak dan terbakar hebat.


0 komentar